Friday, 4 May 2012

Kata Motivasi Lucu: Perempuan Vs Kakaktua



Tahukah Anda bahwa sesuatu yang pernah Anda lakukan mungkin suatu ketika nanti akan kembali kepada Anda tanpa di sangka-sangka? Contohnya adalah kata motivasi lucu tentang seekor Kakaktua yang memiliki hobi unik sama seperti sang korban. Jika Anda penasaran silahkan membacanya.
Di sebuah deretan pertokoan, seorang wanita yang senang menghina para pegawainya tampak tergesa-gesa melewati toko yang menjual hewan-hewan peliharaan. Tiba-tiba seekor burung Kakaktua menghardiknya dengan keras, sama persis saat ia  si nyonya besar itu menghina para pembantunya di toko kain yang ia kelola, “Hei, nyonya yang jelek! Anda sangat jelek, jeleeeek!!”
Perempuan  itu mendengarnya tapi tak menghiraukannya. Dia semakin mempercepat langkahnya melewati toko tersebut.
Saat dia sudah menyelesaikan urusannya, dia kembali melewati toko yang menjual hewan peliharaan tadi, namun sekali lagi kakaktua itu berkata keras-keras kepadanya, “Wooooiii, Nyonyaa jeleeek sekalii!!”
Perempuan itu pun marah besar dan nyaris saja menyerang Kakaktua tersebut. Sampai akhirnya manajer toko keluar dan menenangkannya, nyaris saja si perempuan itu hendak membunuh kakaktua tersebut karena kesal minta ampun. Manajer toko mengatakan kalau ia meminta maaf kepadanya, dan berjanji bahwa Kakaktua tersebut tidak akan melakukan hal itu lagi.
Beberapa hari kemudian, nyonya besar tadi sengaja melewati toko tersebut untuk memastikan janji manajer tempat dijualnya hewan-hewan peliharaan. Dia ingin memastikan juga kalau kakaktua sialan itu tak akan menghinanya lagi.
“Woooii, Nyonya!!”, seru kakaktua.                                                                                                 
Nyonya besar itu menoleh, “Iya??”.
“Kamu tahu kan??”
JANGAN SENANG MENGHINA
Membaca kata-kata motivasi lucu diatas pasti kita akan tersenyum. Bagaimana mungkin seekor kakaktua dengan cerdasnya menghina seorang majikan toko kain yang kebetulan suka menghina karyawannya? Inilah yang saya maksudkan tadi. Setiap perbuatan akan mendapatkan balasan berbanding seperti yang pernah kita lakukan. Jika Anda tidak suka dihina, kenapa harus sering menghina? Mungkin itu maksud si kakaktua.
Saya yakin, setiap perbuatan kita di dunia akan mendapatkan balasan setimpal, baik sekarang atau pun nanti. Tapi itu sebuah kepastian yang tak dapat kita ubah lagi. Jadi jika ingin mendapatkan sebuah kebaikan, kenapa harus menanam kejelekan. Keburukan, kejelekan, dan dosa hanya akan membuat kita menderita. Jauh menderita dari orang yang pernah kita sakiti. Contohnya adalah seperti kata-kata motivasi lucu di atas. Bayangkan saja jika Anda yang mendapatkan perlakuan dari seekor kakaktua seperti nyonya tadi. Pastinya akan marah-marah dan mencak-mencak bukan?
Tapi, kebetulan si kakaktua bersikap manis di akhir. Namun, masih dengan nada ironi ia menghina kembali di nyonya tukang hina. Jadi dari mana memperbaikinya. Mungkin, sebaiknya si nyonya tadi juga sadar bahwa di hina adalah hal yang tidak menyenangkan, seperti kata-kata motivasi lucu di atas.


Selengkapnya...

Cerita Motivasi: Kakek yang Baru Berumur Sepuluh Tahun

Click Here!
Cerita-cerita motivasi kali ini akan saya buka dengan sebuah kisah yang menakjubkan tentang seorang kakek yang berusia 10 tahun.
Dikisahkan seorang kakek yang sudah sangat renta sedang duduk melihat anak-anak SD yang sedang belajar di bawah pohon dengan guru mereka. Begitu asyiknya anak-anak tersebut sampai tak menyadari kehadiran sang kakek yang mengikuti pelajaran dengan penuh semangat dan kesungguhan.
Seusai pelajaran anak-anak pun berlarian ke kantin. Sementara sang kakek asyik membuka-buka buku yang dipegangnya. Melihat hal itu seorang pemuda yang mengamatinya sejak tadi tertarik dengan aktivitas yang dilakukan kakek renta tersebut, dia pun menghampirinya dengan penuh penasaran.
“Kakek guru mereka, ya?”, tanya pemuda itu penuh penasaran.
“Bukan, Nak. Aku ini sedang belajar sama dengan anak-anak tadi”, jawab kakek.
“Lho, kok bisa, Kek? Memangnya umur kakek berapa kok masih belajar sama anak SD?”
“Umur kakek hari ini, tepat berumur sepuluh tahun”
“Hah? Yang benar, Kek? Kakek masih bercanda kan? Kalau melihat raut kakek menurutku usia kakek diatas 70 tahun, bukannya 10 tahun, Kek”
“Hehehee, benar, Nak. Kamu memang cerdas, kakek sekarang memang berusia lebih dari 70 tahun. Tapi, itu bila dihitung sejak kakek di lahirkan ke dunia ini. Namun jika dihitung dengan benar maka kehidupan kakek baru sepuluh tahun”
Pemuda itu tampak bingung dengan jawaban kakek yang agak misterius. Namun, akhirnya dia bertanya, “Maksud kakek, tadi apa ya, Kek?”
Sembari menerawang jauh, sang Kakek pun mulai menjawab sambil bercerita seperti menyibak masa lalaunya, “Sebenarnya kakek adalah anak yang beruntung dulu, sejak kakek kecil hingga kakek remaja sekitar 20 tahun, seharusnya saat itu kakek banyak belajar untuk masa depan. Tapi, 20 tahun itu kakek habiskan dengan bermain dan bersantai dengan teman-teman. Lalu 20 tahun kemudian, masa yang seharusnya kakek habiskan untuk bekerja dan membina karir malahan kakek habiskan untuk berfoya-foya menghabiskan harta orang tua kakek. Di 20 tahun yang selanjutnya saat kakek seharusnya menabung untuk hari tua, malah kakek habiskan untuk berfoya-foya ke sana kemari menghabiskan harta orang tua kakek yang tersisa. Anakku, jangan tiru apa yang kakek lakukan, gunakanlah waktumu se-efektif mungkin. Jangan sia-siakan. Karena waktu itu adalah kehidupanmu. Jika kamu berusaha, tentu kamu akan merasakan bahagia di hari tua”.
Sahabat, dari cerita-cerita motivasi di atas, begitulah selalu penyesalan akan datang di akhir masa tua kita. Dunia semakin cepat berputar, zaman pun akan berubah dengan cepat, teknologi semakin canggih, tantangan hidup semakin besar. Karena itu kita dituntut untuk siap menghadapi tantangan, Sahabat. Selalu inovatif, kreatif, bekerja keras, dan sungguh-sungguh.
Mahal nian jika kita harus kehilangan waktu kita dengan sia-sia, dari cerita motivasi di atas saja kita sudah merasakan betapa berharga waktu kita, karena waktu bukan hanya uang, tapi juga nyawa!

Selengkapnya...

Syarat masuk PAYM Purworejo




1. Surat pengantar Kades/Lurah & Camat.
2. Surat rekemendasi Pimpinan  Cabang 
    Muhammadiyah setempat .
3. Foto copy akta kelahiran &F.C. KK.
4. Foto copy KTP kedua orangtua
5. Foto copy ijazah terakhir atau SKHU.
6. Kartu jamkesmas(bila ada).
7. Pas foto (3x4 5lbr &2x3 dua lbr),bila
     putri berjilbab.
8. Mengisi formulir calon kelayan panti



Selengkapnya...